Kamis, 19 Januari 2012

larang pembelian senjata dari luar negri. tapiiii.........

INILAH.COM, Jakarta - Rencana pembelian tank Leopard bekas Belanda senilai Rp2,7 triliun oleh
TNI saat ini masih diperdebatkan beberapa pihak khususnya Komisi I DPR yang  membidangi pertahanan. Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin menyatakan, pembelian tank bekas Belanda itu direncanakan menggunakan uang pinjaman dari luar negeri. Tank tersebut memang canggih tapi cukup mahal untuk tipe 2A4 : 700.000 euro dan tipe 2A6 : 2,5 juta euro ditambah biaya overhaull 800.000 euro per buah. "Total lebih dari Rp2,7 triliun untuk membayar 100 buah tank bekas tesebut dengan uang rakyat dari pinjaman luar negeri murni," jelas Hasanuddin melalui pesan BlackBerry messenger kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis  (19/1/2012 ). Namun, ia belum mengetahui secara rinci dari mana uang pinjaman tersebut. Sebab, pihaknya belum mendapat penjelasan secara pasti dari pemerintah. "Iya pinjaman luar negeri, tapi dari mana asalnya kami tak tahu karena belum ada penjelasan," tandas mantan anggota TNI itu. Ia mengaku Fraksi PDIP di DPR akan menolak rencana pembelian tank bekas Belanda itu. Penolakan karena fungsi tank itu tidak sesuai dengan wilayah geografis di  Indonesia. "Tapi beratnya yang 63 ton sangat tidak cocok untuk manuver di wilayah geografis di Indonesia yang gembur, terpotong potong bahkan berawa. Dan kurang taktis untuk sistem pertahanan pulau-pulau seperti di Indonesia," jelasnya. Hasanuddin mengigatkan, sebenarnya atas perintah presiden pada 2010, PT Pindad telah mengembangkan medium tank 23 ton yang lebih cocok dan sudah menjadi prototiphe tinggal dikembangkan. "Lebih ringan, lincah dan murah karena diproduksi anak bangsa.Kita setuju TNI dilengkapi Alutsista yang canggih, tapi harus cocok dengan doktrin pertahanan dan karakter geografis dan medan di Indonesia," paparnya. Sebagaimana diketahui, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)  Pramono Edhie Wibowo mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum membahas khusus mengenai pembelian tank Leopard ini kepada Komisi I DPR. "Memang betul DPR belum menerima jawaban secara lengkap dari kami. Kami akan memberikan keterangan itu lebih lanjut," ujar Pramono Edhie Wibowo disela-sela Rapim TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (18/1/ 2012).

ya ya ya...... lagi-lagi anggota dewan mencoba menolak pembelian MBT Leopard 2A6 ex kerajaan belanda.
berbagai macam alasan coba dilontarkan mulai dari yang terkesan masuk akal sampai ke alasan yang benar-benar "masuk akal". sedikit sekali komentar yang masuk akal serta mendukung pengadaan ini. padahal jika kita perhatikan sekali lagi, alasan diadakannya pengadaan MBT ini tidak hanya memperhatikan faktor internal seperti menuanya armada tempur yang dimiliki TNI. tetapi juga bertujuan untuk mengejar ketertinggalan dari negara" tetangga. kita tahu sendiri track record kita dengan negara tetangga cukup kurang baik. berbagai perselisihan di perbatasan kerap kali terjadi. warga negara kita yang bekerja di negara tetangga kerap kali mengalami perlakuan tidak adil dan juga penganiayaan. klaim sepihak tentang batas negara dan teritorialnya, serta puncaknya juga lepasnya 2 pulau kita ke negara tetangga.
seperti yang telah saya utarakan sebelumnya. bahwa di kawasan asean praktis tinggal indonesia, brunei darussalam dan philipina saja yang tidak memiliki MBT. philipina tidak memilikinya dikarenakan memang ada keterbatasan biaya. brunei juga tidak memilikinya karena mereka memiliki pola pertahanan yang memang tidak agresif. namun bagaimana dengan indonesia? dari segi finansial, kita sudah sanggup untuk melakukan pengadaan tersebut. namun proses pengadaannya saja berbulat-bulat.
ada beberapa anggota komisi I yang mengeluarkan berbagai macam statement seperti:
  1. MBT berat, tidak cocok dengan infrastruktur di indonesia
  2. BBMnya boros
  3. kenapa harus beli dari luar? tank bukan teknologi tinggi, PINDAD juga sudah bisa membuat tank tempur
  4. SMK saja bisa membuat mobil. indonesia bisa membuat tank tempur.
  5. harganya mahal. untuk membayar harus utang dari luar negri
beberapa pernyataan ini tentu cukup menggelitik perut seperti ketidak cocokan bobot MBT dengan kondisi tanah di indonesia. sementara di vietnam yang sebagian besar hutan belantara saja MBT bisa beroperasi dengan baik
masalah BBM yang boros, selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah performa yang tinggi.
harga yang mahal memang alasan yang logis. tapi mereka membandingkan MBT dengan tank tempur ringan. jelas tidak bisa dibandingkan. TNI bahkan sudah menantang kpk untuk mengawasi pengadaan ini. selain itu TNI juga sudah menantang anggota DPR untuk membandingkan dengan MBT sejenis.
mengenai SMK bisa membuat mobil, memang benar. tapi apakah ada perusahaan di indonesia yang sanggup memproduksi MBT dengan daya gempur, performa mesin, serta proteksi mumpuni?
bahkan APC roda rantai yang sudah ada prototipenya pun butuh waktu lama untuk membuatnya. juga tank ringan yang sedang dibuat prototipenya.
kalau diperhatikan, dirut PT PINDAD bapak Adik Avianto Sudarsono pun menyatakan bahwa MBT tidak bisa dibandingkan dengan tank ringan pindad.
lagi pula, kenapa untuk urusan pertahanan yang menakup harga diri seluruh bangsa saja harus membeli dari dalam negri, sementara untuk urusan tempat duduk para anggota dewan boleh membeli kursi produksi jerman seharga 24 juta per unit dan juga serta toilet DPR boleh mencapai 20 milyar?

jadi kalau mau berbicara lantang pak, tolong liat dulu apakah diri bapak sudah cukup benar atau belum

jerzeee

Jumat, 13 Januari 2012

Mobil Pribadi Dilarang Pakai Solar Tahun 2013

JAKARTA, (PRLM).- Setelah pembatasan premium, giliran konsumsi solar yang dibatasi mulai Juli 2013. Seperti halnya premium, rencananya pemerintah akan memberlakukan pembatasan konsumsi solar dengan melarang mobil plat hitam menggunakan jenis bahan bakar minyak (BBM) subsidi tersebut.
"Untuk solar dimulai Juli 2013 di Jawa-Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Siapa yang berhak atau tidak berhak menggunakan solar, nanti akan kami atur," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Kantor Kementerian Keuangan, Jln. Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (5/1).
Berdasarkan peta jalan (roadmap) yang dirilis pemerintah, pembatasan konsumsi premium akan dimulai April tahun ini di wilayah Jawa-Bali. Pada awal 2013 pemerintah akan memperluas areal pembatasan BBM subsidi ke wilayah Sumatra.
“Pertengahan 2013, bersamaan dengan pembatasan solar, pembatasan premium akan diterapkan di Kalimantan,” katanya.
Awal 2014 pembatasan BBM subsidi diproyeksikan semakin meluas hingga ke wilayah Sulawesi. Memasuki pertengahan 2014 giliran Maluku dan Papua yang akan menjalani program pembatasan konsumsi BBM subsidi. Pembatasan tersebut diberlakukan untuk jenis premium dan solar secara bersamaan.
"Saya bisa katakan BBM bersubsidi itu dimulai pengaturan ulang. Pengaturan atau pembatasan akan di mulai Jawa-Bali, tak perlu izin DPR kembali. Pembatan akan dilakukan secara bertahap sesuai ksiapan infrastruktur setiap daerah," ujar Agus.

http://www.pikiran-rakyat.com/node/171940

saya bingung sih ya. apa pemimpin negara kita itu udah gila ya? ini gak boleh, itu gak boleh. kalo seperti ini terus, bisa-bisa rakyat berkata pemerintah tidak boleh mengatur rakyat!!!!!!!!

kalau alasannya untuk penghematan, tolong diberikan alternatif yang terbaik dong. kalau premium dibatasi, setidaknya masih tersedia pertamax, pertamax plus beserta alternatif dari perusahaan asing seperti shell, petronas, dan total. tapi kalau solar dibatasi? saya kadang mau beli shell diesel saja barangnya sering kosong.
bagaimana dengan pertamina dex? selama ini pertamina dex dijual dengan harga eceran diatas Rp 9.000,- bagi orang yang mempunyai uang lebih, harga 9000 rupiah untuk seliter diesel masih masuk akal. namun bagaimana dengan sopir truk angkutan sembako? bukankah justru akan menimbulkan kenaikan harga bahan pangan?

selama ini, alasan masyarakat memilih mobil berbahan bakar diesel karena sejak lama mesin berbahan bakar diesel memang terkenal dengan konsumsi bbm nya yang efisien. sebagai perbandingan, ada dua buah mobil keluarga keluaran tahun 1997. mobil pertama berkapasitas 1800 cc bensin, mobil kedua berkapasitas 2500 cc diesel. kedua mobil ini sama-sama berkonfigurasi mpv berkapasitas 8 penumpang. mobil bermesin bensin rata-rata menengguk 1 liter bensin untuk setiap 8-10 kilometer. mobil kedua rata-rata menengguk 1 liter minyak solar untuk setiap 11-14 kilometer. atau perbedaannya mencapai 30% lebih hemat. bukankah dengan begini sudah terlihat jelas bahwa mesin diesel jauh lebih efisien dibandingkan mesin bensin?
kalau memang pemerintah mau mengurangi subsidi bbm, langkah menaikan harga eceran memang masih masuk akal. namun kalau sampai membatasi distribusi bbm, itu sama saja dengan pemerintah sedang menggali kuburannya sendiri.

adalah hal yang lucu kalau sampai benar terjadi mobil berplat hitam tidak boleh menggunakan solar.
padahal di banyak negara maju, justru mesin diesel lah yang dikembangkan untuk mengejar efisiensi. bahkan mobil cadillac one milik presiden amerika saat ini menggunakan mesin diesel. dari sini saja sudah terlihat keunggulan tambahan bagi mesin diesel.

dulu, sempat ramai dibicarakan tentang penggalakan sumber energi terbarukan alternatif seperti biodiesel. lahan untuk tanaman jarak sudah disiapkan, petani sudah mulai panen bijih jarak. namun ternyata pemerintah justru membatalkan pembelian hasil panen tersebut. padahal kalau proyek itu berhasil, harga biodiesel yang sampai ke konsumen akan cukup kompetitif jika bersaing dengan harga solar saat ini.
lalu bagaimana dengan gembar-gembor peningkatan ekspor cpo ke eropa? di sana cpo diubah menjadi bahan bakar diesel. disini? perkebunan memakan korban jiwa.

apakah memang ada permainan politik tingkat tinggi di kalangan pemerintah sehingga kebijakan yang diambil justru tidak masuk akal dan menyengsarakan rakyat kecil? kita lihat saja apakah rakyat akan terus tahan seperti ini atau justru rakyat akan menggalang people power seperti masa reformasi dulu. mungkin saja people movement tahun 1998 itu kurang dalam mencabut kebobrokan di negri ini. kalau tidak ingin hal itu terulang, pimpinlah negara ini dengan bijak.

JeeZee

Rabu, 11 Januari 2012

MBT di indonesia. Ditengah Hambatan dan Kebutuhan

Senayan - Komisi I DPR tidak setuju atas rencana pemerintah membeli 100 tank Leopard 2A6 bekas dari Belanda. Spesifikasi tank tersebut dinilai tidak cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari hutan dan pegunungan.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengungkapkan, tank Leopard sangat cocok untuk perang kota atau perang di area gurun pasir. Sebab tank itu memiliki kemampuan tembak hingga 6 km, sementara berdasarkan kajian tank yang dioperasikan di Indonesia hanya bisa efektif menembak lurus dalam jarak 1–2 Km saja.

"Dalam rapat internal Komisi 1 kemarin, mayoritas fraksi menolak rencana pemerintah membeli tank bekas dari Belanda tersebut. Bahkan anggota Fraksi dari pemerintah, Demokrat bersikap sama, menolak," kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Rabu (11/1).

Hasanudin mengatakan, sebelumnya Kemenkeu menyampaikan bahwa tahun ini Indonesia mendapat alokasi pinjaman luar negeri (PLN) untuk belanja alutsista sebesar 6,5 miliar US dolar. Di mana sebagian dari dana itu dikabarkan akan digunakan Kementerian Pertahanan membeli 100 tank Leopard 2A6 bekas dari Belanda. Jika DPR menolak rencana tersebut, maka dana pinjaman tersebut tidak bisa cair.

"Pertanyaannya jika DPR tidak setuju dengan rencana pembelian itu, kemudian pemerintah tetap membelinya, dari mana sumber dana untuk pembelian itu, kan gitu. Karena kabarnya pemerintah optimis dapat segera mendatangkan 100 Tank Leopard 2A6 bekas dari Belanda itu segera," ujar politisi PDIP ini.

Purnawirawan jenderal TNI ini memaparkan, bahwa DPR bukannya tidak setuju pemerintah membeli tank. DPR setuju-setuju saja, asal kondisi barangnya sesuai dengan geografi Indonesia. Berdasarkan penjelasan salah satu anggota Komisi I yang sudah 30 tahun tugas di batalyon tank Salim Mengga, tank yang cocok untuk dipergunakan di Indonesia yakni kelas medium sekitar 23 ton.

http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/komisi-i-tolak-pembelian-100-tank-leopard-bekas-dari-belanda

Seperti kita ketahui, seiring dengan pertumbuhan ekonomi di negara kita. Maka bersamaan dengan itu pula kekuatan pertahanan kita mulai diperkuat. baik itu dengan pengadaan alutsista baru, peremajaan alutsista lama dan juga upaya dalam rekayasa teknologi alutsista dalam negeri.
Di tengah berbagai macam pemberitaan yang ada, terdengar juga rencana pembelian 100 unit Tank Tempur Utama atau Main Battle Tank(MBT) Leopard 2A6 eks kerajaan belanda.
Di mata kalangan pengamat militer di indonesia, muncul berbagai tanggapan mengenai pro dan kontra tentang rencana pengadaan MBT ini.
Disatu sisi, ada yang menganggap rencana pengadaan ini penting mengingat praktis di kawasan asia tenggara tinggal Indonesia, brunei dan Filipina saja yang tidak memiliki MBT.
bisa dilihat,


  • Australia dengan M1 Abrams

  • Singapura dengan Leopard 2A6

  • Malaysia dengan PT91M

  • Thailand dengan M60 dan M48 patton dan masih akan ada penambahan T84 oplot

  • Myanmar dengan T55, T72, Type 59, Type 60, dan Type 88 dalam jumlah ratusan

  • Vietnam dengan 990 T-55, 480 T-72, 220 T-62, dan 360 unit Type-59

  • Kamboja dengan T55 dan Type 59nya

  • laos dengan Type 59




  • dengan luas wilayah yang paling luas, namun ternyata postur militer indonesia cukup lemah. bahkan dengan wilayah daratan yang sangat luas sekalipun, angkatan darat indonesia hanya diperkuat oleh satuan tank-tank ringan seperti scorpion ataupun AMX.

    sering kali kita mendengar pernyataan yang keluar dari anggota dewan mengenai tidak diperlukannya MBT di indonesia dengan berbagai alasan seperti;

  • MBT terlalu berat,

  • kondisi geografis di indonesia tidak memungkinkan untuk pergerakan MBT

  • cukup menggunakan tank ringan dengan senjata mumpuni untuk menghadapi MBT musuh

  • MBT bisa dihancurkan dengan ATGM ataupun RPG




  • selain pernyataan seperti diatas, sering juga muncul pernyataan yang bisa dibilang cukup bodoh dan tidak seharusnya keluar dari mulut anggota dewan seperti:



  • MBT bisa ambles kalau lewat tanah di indonesia

  • jembatan di indonesia tidak kuat menahan beban MBT

  • BBMnya tidak efisien



  • disini saya hanya mau meluruskan beberapa hal.
    1. Mengapa MBT berat? kunci dari berat MBT yang mencapai lebih dari 40 ton itu ada pada proteksi dan daya gempur yang dimiliki. pada MBT modern berkualitas baik, bisa dibilang hampir mustahil untuk menghancurkan sebuah MBT dengan menggunakan ATGM ataupun RPG. mungkin saat ini cara untuk menghancurkan atau melumpuhkan MBT hanyalah dengan menggunakan kanon dari MBT itu sendiri dengan mengandalkan peluru SABOT atau Depleted Uranium yang sebetulnya tidak menghancurkan fisik MBT tersebut namun lebih ke arah mempenetrasi lapisan pelindung MBT dan membakar kru MBT tersebut. namun serangan itupun biasanya masih bisa ditangkal dengan pemasangan lapisan Explosive Reactive Armour(ERA) cara lainnya adalah dengan ranjau darat. namun cara ini pun hanya akan memperlambat gerak MBT karena biasanya hanya merusak rantai penggerak tank.
    2. Kondisi Geografis indonesia tidak cocok untuk MBT?, apa ada yang tahu bagaimana kondisi geografis di negara-negara asean lainnya selain indonesia? rata-rata didominasi hutan, perkebunan dan sawah. jadi dimana yang tidak cocok? padahal dari 10 anggota asean, 7 anggota memilikinya. 3 sisanya tidak punya. karena yang satu memang postur militernya kecil, yang satu kekurangan anggaran dan yang satu masih mbulet di gedung hijau.
    3. Cukup Menggunakan Tank ringan. tidak perlu MBT. hellooooooo......... kalau tank ringan yang dimaksud itu sejenis scorpio. pertama, scorpio bukan tank tempur. tapi lebih ke arah tank intai. untuk tugas pengintaian dengan lawan senapan serbu memang tank ini masih bisa menangani. tapi bagaimana jika lawan sudah menggunakan senapan 12,7mm, kanon 20 mm keatas atau bahkan MBT? apakah yakin lapisan aluminium scorpion yang bahkan lebih enteng dari anoa bisa menahan gempuran tersebut? lagi pula, kanon yang dipasang di scorpion adalah kanon 76mm low presure. bahkan yang terpasang di amx kita biarpun kaliber besar tapi tetap low presure. jadi apa bisa menghancurkan  lapisan pelindung tank musuh?
    4. MBT bisa ambles kalau lewat di indonesia. waduh, ini pasti yang ngomong gak pernah belajar fisika atau nilai fisikanya hasil nyontek. kenapa MBT menggunakan roda rantai yang lebaaarrrr?????? prinsip dasar hukum pascal. semakin besar bidang kontak, tekanan akan semakin terbagi rata dan menjadi semakin kecil. istilah kerennya ground pressure. bahkan kalau dibandingin, ground pressure MBT masih lebih kecil daripada ground pressure pria dengan berat 70 kg dengan ukuran sepatu 40. jadi, kecil kemungkinan MBT sampai amblessssss........
    5. Jembatan di indonesia tidak kuat menahan beban MBT. pak, coba di priksa itu truk kontainer pelabuhan itu beratnya berapa. kalau truk kontainer saja bisa lewat, berarti MBT bisa. apalagi di kalimantan. banyak lho buldoser dengan berat sampai 70 ton lebih. tapi kuat kan? jadi MBT gak bisa lewat jembatan?
    6. masalah terakhir, BBM tidak efisien. ya iyalah masak ya iya dong? duren aja dibelah gak dibedong. sekarang logikanya begini, bobot MBT rata-rata 50 ton. power rata-rata 1300HP lah kalau mau tenaga segitu tapi bensin irit ya gimana critanya???? lagipula seperti leopard 2 sudah menggunakan mesin diesel multifuel yang artinya adalahhh...... jreng jrengg.......... asal ada cairan yang bisa terbakar saat dikompresi sudah cukup untuk menjalankan tank ini. bahkan kalau ada minyak jelantah juga bisa jalan kok........ jelas konsumsi dan performa emang gak akan pernah bohong.
    seharusnya penjelasan diatas aja udah bisa nyentil kita yang nganggep MBT itu gak cocok di indonesia.
    masalahnya adalah, masih ada aja yang menganggap kebutuhan MBT tidak penting dan mendesak.

    memang secara logika indonesia tidak akan pernah menyatakan perang dengan negara lain. tapi kita tahu sendiri kalu negara tetangga kita itu ada aja yang usil nylonong masuk wilayah dan juga mengklaim wilayah NKRI sebagai wilayah mereka. kenapa bisa begitu? karena tidak ada faktor yang cukup menjadi pencegah mereka melakukan hal itu. paling paling hanya nota protes yang dilayangkan.
    padahal bila kita memiliki militer yang kuat, itu sudah cukup menjadi penggentar bagi negara lain untuk tidak mengganggu kedaulatan NKRI. dan bisa dibilang jika kita memiliki persenjataan yang kuat, maka akan menaikan daya tawar kita baik di bidang politik bahkan ekonomi.

    lagipula, jika kita perhatikan deal yang ada. harga US$ 280 juta untuk 100 unit MBT produksi jerman berusia 8 tahun yang jarang dipakai tentusaja suatu deal yang sangat menarik. jika dibandingkan dengan harga MBT rata rata yang berada di kisaran US$ 5-6 juta per unit.

    bukankah sering didengungkan bahwa NKRI harga mati.

    harap diingat. "KEDAULATAN ITU MAHAL BUNG"